Jumat, 03 Oktober 2014

EKSISTENSIALISME KIERKEGAARD

EKSISTENSIALISME 
MENURUT KIERKEGAARD



Apa itu Eksistensialisme ? 
Merupakan aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lain. 

Jiwa ekstensialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi. 

Secara etimologis, ekstensialisme berasal dari kata Ex = keluar, Sistentia (Sistere) = berdiri. Manusia bereksistensi berarti manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.

Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukkan diri dengan apa yang di luar dirinya. 

Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi tidak bisa disamakan dengan 'berada'. Pohon, anjing berada, tetapi tidak bereksistensi. 

Eksistensialisme dari segi isi bukan satu kesatuan, tapi lebih merupakan gaya berfilsafat. 

Beberapa tokoh : Kierkegaard, Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre, dll.

Sulit menyeragamkan definisi Eksistensialisme karena adanya perbedaan pandangan mengenai eksistensi itu sendiri. 

Namun satu hal yang sama : filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit, manusia sebagai bereksistensi, maka bagi manusia, eksistensi mendahului esensi. 

Ciri-ciri Eksistensialisme : 
  1. Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi. 
  2. Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, dan merencanakan. 
  3. Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya. 
  4. Memberi penekanan pada pengalaman konkrit. 
Pokok-pokok ajaran Kierkegaard : 

Menurut Kierkegaard, eksistensi manusia individual dan konkrit. Manusia tidak dapat dibicarakan 'pada umumnya' atau 'menurut hakikatnya', karena manusia pada umumnya tidak ada. 

Yang ada itu adalah manusia konkrit yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan. Manusia itu eksistensi. 

Eksistensi berarti bagi Kierkegaard : merealisasi diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya. 

Hanya manusia bereksistensi, karena dunia, binatang dan sesuatu lainnya hanya 'ada'. Tuhan juga 'ada', Tapi manusia harus bereksistensi, yakni menjadi (dalam waktu) seperti ia (akan) ada (secara abadi).

Tiga cara bereksistensi : 
  • Sikap Estetis : merengguh sebanyak mungkin kenikmatan yang dikuasai oleh perasaan. 
  • Sikap Etis : Sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati, dan memberi arah pada hidupnya. 
  • Sikap Religius : Berhadapan dengan Tuhan, manusia sendirian. 
Manusia menjadi seperti yang dipercayainya

Kierkegaard mengatakan bahwa "percaya itu sama dengan menjadi" (credo ergo sum). Manusia lah yang menentukan hidupnya.

Waktu dan Keabadian

Setiap orang adalah campuran dari ketidakterhinggaan dan keterhinggaan. Manusia hidup dalam dua dimensi sekaligus : keabadian dan waktu. Kedua dimensi itu bertemu dalam 'saat'. Kita menjadi eksistensi dalam saat yaitu saat pilihan. 

Subjektivitas dan Eksistensi sebagai Tugas

Eksistensi manusia adalah tugas yang harus dijalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu. Eksistensi sebagai tugas disertai oleh tanggung jawab. Eksistensi sejati memungkinkan individu mengambil dan memilih keputusan sendiri. 

Publik dan Individu

Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila dianggap nyata. 

Kierkegaard bukan menolak adanya kemungkinan bagi manusia untuk bergabung dengan yang lain. "Hanya setelah individu itu mencapai sikap etis barulah penggabungan bersama dapat disarankan. Kalau tidak, penggabungan individu yang lemah sama memuakkan seperti perkawinan anak-anak."

Sumber : Slide Presentasi Filsafat 3 Oktober 2014 dengan perubahan.



TUGAS TUTORIAL


Menurut saya, pemikiran Kierkegaard yang paling menarik adalah Eksistensi manusia yang individual dan konkrit. Hal ini menarik karena Kierkegaard mengatakan manusia "pada umumnya" tidak ada. Saya sangat setuju dengan pendapat Kierkegaard. Manusia memang tidak pernah ada yang sama, masing-masing memiliki keunikan tersendiri sehingga kita tidak bisa menggeneralisasi atau melihat manusia 'pada umumnya'. Manusia adalah makhluk yang unik, memiliki karakter, bentuk fisik, dan pengalaman yang berbeda. Seorang manusia itu tidak ada duanya. 
Kenyataannya, manusia sendiri merupakan suatu eksistensi. Eksistensi lah yang menjadikan manusia berbeda dari yang lain. Definisi eksistensi manusia lebih dalam dari sekedar 'berada'. Ini juga menarik. Manusia bereksistensi berarti manusia menciptakan dirinya sendiri. Secara aktif merencanakan, berbuat dan menjadi seperti apa yang dipikirkannya. Manusia lah yang menentukan pilihan. 

SEMOGA BERMANFAAT :)

FIELDTRIP ke PERKAMPUNGAN BETAWI

FIELDTRIP SETU BABAKAN


Dalam post kali ini, saya akan menceritakan pengalaman fieldtrip ke Perkampungan Betawi Setu Babakan yang berlokasi di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.



Hari Kamis, 2 Oktober 2014 PSIKOLOGI 2014 mengadakan fieldtrip ke Setu Babakan. Adapun, kegiatan ini diadakan sebagai kuliah lapangan dari blok Filsafat yang sedang kami tempuh. 



Kami wajib berkumpul maksimal jam 6.45 karena diadakan kuliah pengantar mengenai Seni, Budaya, Agama, dan Etos Kerja. Pengantar ini disampaikan oleh Pak Carolus dan Pak Raja yang sekaligus menjadi "guardian" kami bersama Pak Mikha. Kegiatan ini hanya berlangsung sekitar 40 menit. Kami dijelaskan mengenai lokasi, dan TUGAS yang harus dikerjakan selama disana. BANYAK SEKALI LOH TUGASNYA ! Tapi gapapa, yang penting jalan-jalan ga suntuk-suntuk amat di kelas he....he.....he. 



Setelah diadakan kuliah pengantar, kami semua dibagi ke dalam 3 bus berdasarkan kelas kami - Ya, kecuali kelas D yang memang harus dipencar-pencar. Tapi gapapa, the more the merrier, ya kan ? Ini loh penampakan bus yang kami pakai (Kelas A). 


MR. BUS yang bagus dan dingin.
Nah setelah itu, kami beranjak ke bus masing-masing. Seperti biasa, semua langsung sibuk mencari teman untuk duduk bersama. Saya juga. Di dalam bus, saya duduk bertiga dengan Stefanny dan Vania. Sepanjang perjalanan, kami malah curhat-curhatan. Padahal, Pak Carolus menginstruksikan untuk mengambil gambar ketika di bus. AH, ya sudahlah. Maaf Pak. (peace). Perjalanan kami tidak lama hanya sekitar 1 jam. Thanks to macetnya-Jakarta-yang-ga-usah-ditanya-lagi. 
Ketika sampai, kami mendapatkan pengarahan seperti biasa. Masuk dalam kelompok dan seperti yang sudah dijelaskan kami harus mewawancarai beberapa penduduk (boleh pedagang) di daerah itu, kami juga diminta untuk mengambil foto grup yang kreatif! Nah setelah pulang, hasil wawancara dan foto itu dimasukkan ke dalam laporan perjalanan kami. 
Kami pun bergegas mencari pedagang yang bisa diwawancarai dan kosong (tidak dikerumuni kelompok lain). Akhirnya, kami melihat pedagang kerak telor ! Hmmm... semua sepakat untuk mewawancarainya dan jajan tentu saja. Setelah selesai, kami diberikan makan siang. Padahal, di bus kami juga diberikan snack. Betapa baik dan pengertian panitianya. Terharu. 
Nah, selama disana kami mewawancarai beberapa orang termasuk seorang marinir... Ini diaa beberapa foto yang kami ambil. 

Pedagang Arum Manis

Pedagang Es Doger

Pedagang Soto Betawi

Pedagang Dodol

Marinir (Ray yang potret)
Itu hanya sebagian, hehehe. Oh ya, tidak hanya mewawancarai, tetapi kami juga diarahkan ke Pentas Kebudayaan dan Kesenian Betawi. Disana kami melihat Tarian Tradisional Betawi, makanan(lagi) dan Boneka Ondel-Ondel khas Betawi. Disana sebenarnya kami diminta untuk mewawancarai orang disana, tetapi karena bertabrakan dengan acara institusi lain. Kami tidak melakukan wawancara, hanya pengamatan. Ini dia foto kami dengan ondel-ondel.
Spirit to Share feat. Ondel-ondel

Setelah puas melihat pertunjukan, wawancara, dan makan (paling banyak). Kami semua dikumpulkan kembali jam 2.15. Setelah berfoto-foto, kami pulang dehh !! Di perjalanan, banyak yang tidur karena lelah. Menurut saya, perjalanan ke Setu Babakan sangat tidak terlupakan.

Bagi yang belum tahu Setu Babakan ini dia fotonya

Ini danau yang super kerennnn !!! di pinggirnya asik banget buat... ngobrol hehe

Ini Pintu Keluar Bang Pitung hehe 
Sebagai penutup, ini ada foto-foto SPIRIT TO SHARE ! Terimakasih telah membacaa !



SALAM SPIRIT TO SHARE !!!

Selasa, 30 September 2014

FILSAFAT MANUSIA : PENGETAHUAN DAN INTELEGENSI

FILSAFAT MANUSIA

Pengetahuan dan Intelegensi





PENGETAHUAN

Kompleksitas Pengetahuan Manusia

Pengetahuan merupakan nilai bagi makhluk yang mempunyainya baik bagi manusia, malaikat, maupun binatang. Pengetahuan adalah suatu kekayaan dan kesempurnaan. 

Pengetahuan dibagi menjadi dua, pengetahuan inderawi dan intelektif. Dikatakan inderawi lahir kalau ia mencapai secara langsung, melalui alat indera. Dikatakan inderawi batin ketika ia memperlihatkan pada kita dengan ingatan dan khayalan. 

Pengetahuan adalah : 
1. Perseptif, ketika muncul secara spontan
2. Reflektif, ketika membuat objek kodrat dari manusia realitas apapun juga. 
3. Diskursif, ketika memperhatikan suatu objek dari benda dengan prinsip seluruh-bagian, sebab-akibat, dan konsekuensi. 
4. Intuitif, ketika menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya. 
5. Induktif, ketika menarik yang universal dari individual
6. Deduktif, ketika menarik yang individual dari universal
7. Kontemplatif, ketika mempertimbangkan hal-hal dalam dirinya sendiri untuk dirinya sendiri. 
8. Spekulatif, ketika mempertimbangkan hal-hal dalam ide atau konsep-konsep tentang hal itu. 
9. Praktis, ketika mempertimbangkan hal-hal menurut cara mereka digunakan. 
10. Sinergis, ketika menggunakan seluruh keadaan dari subjek, keseluruhan organ dan kemampuan inderawi yang digunakan. 

Arti Pengetahuan 

Mengetahui merupakan kegiatan yang menjadikan subjek berkomunikasi secara dinamis dengan eksistensi dan kodrat dari "ada" benda-benda. 

Andaikan Pengetahuan 

A. Dari segi subjek, karakteristiknya : 
1. Keterbukaan : pengenal bisa menjadi sadar akan eksistensi dan kodrat realitas.
2. Kemampuan menyambut : objek yang dikenal mempengaruhi eksistensi subjek sendiri dan tinggal dalam bentuk gambar, ingatan, dan ide. 
3. Interioritas : adanya tempat dalam si pengenal dalam dirinya. 

B. Dari segi objek, karakterisitiknya : 
1. Terstruktur
2. Ditentukan
3. Mempunyai bentuk : esidos atau morphe (Yunani), species (Latin) yang berarti aspek dari suatu benda dan apa yang dibentuk oleh benda itu dan apa yang memberikan kepadanya dalam keadaan khas. 

INTELEGENSI

Istilah intelegensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (Latin). Intellegere terdiri dari kata intus yang berarti pikiran atau akal dan legere yang berarti membaca atau menangkap. Secara etimologis, intelegensi berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam. 

Bukan Intelegensi Manusia

1. Pengetahuan inderawi, pengetahuan yang dihasilkan oleh indera eksten kita saja. Kita melihat sesuatu objek, tetapi tanpa mengenal kodratnya bahkan tanpa mencoba mengerti. 
2. Estimasi dan Kogitatif, menangkap sesuatu objek berguna atau merugikan, melihat objek itu dengan menangkat tanpa arti fundamental. 

Apa yang Bukan Seluruh Intelegensi Manusia

1. Insight, karena hal yang ditangkap insight harus dibuktikan dan diverifikasikan melalui jalan penalaran atau refleksi. 
2. Penalaran, karena mulai dari suatu putusan untuk sampai pada suatu putusan lain. 

Sifat dan Objek Intelegensi Manusia :

1. Objektif
2. Mendalam
3. Terstruktur
4. Tak terbatas

Segala penegasan, penilaian, simpulan, dan penalaran kita didasarkan pada : 
1. Prinsip identitas
2. Prinsip alasan yang mencukupi
3. Prinsip kausalitas efisien

Kegiatan Intelegensi Manusia

Kondisi apakah suatu intelegensi yang terjelma berkegiatan: 
1. Intelegensi merupakan salah satu kemampuan manusia dan beroperasi dengan partisipasi semua kemampuan lain. 
2. Apa yang dimengertinya selalu dipahami. 
3. Tak bisa memahami sesuatu secara mendalam dengan seketika, melainkan secara progresif, memerlukan waktu dan mengandaikan adanya intervensi yang konstan dari daya ingat. 
4. Intelegensi melalui aktivitas dinamisme intelektual saja, perlu kehendak, keyakinan, keberanian, dan kesabaran. 
5. Untuk dapat mengerti dibutuhkan bantuan dan kolaborasi, perlu informasi terhadap sutu objek, bimbingan penelitian, berpikir dalam hubungan dengan orang-orang lain. 

Kodrat Intelegensi Manusia

1. Intelegensi merupakan suatu keterbukaan dan kemampuan menerima yang murni, ia bersifat tak berubah dan mengandung norma-norma yang stabil. 
2. Intelegensi suatu kemampuan yang dapat diisolasi suatu penentuan aksidental atau sekunder, ia meresapi, mengkarakterisasi, mengspesialisasi substansi. 
3. Intelegensi mendasari martabat yaitu kemampuan mutlak, yaitu mendasari otonomi dan kebebasannya 

Sumber : Buku Pembelajaran Filsafat KBK Blok Filsafat hlm. 115 - 121


SLIDE PRESENTASI oleh SPIRIT TO SHARE


  



SEMOGA BERMANFAAT :)

Jumat, 26 September 2014

FILSAFAT MANUSIA : KEBEBASAN

KEBEBASAN 



JIWA DAN KEBEBASAN 

Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya. 

Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. 

Karena jiwa lah manusia menjadi makhluk bebas.

Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan dasar penting bagi humanisme. 

DETERMINISME 

Merupakan aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. 

Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik : 
  • Determinisme Fisik - Biologis
  • Determinisme Psikologis 
  • Determinisme Sosial 
  • Determinisme Teologis 
KEBEBASAN SEBAGAI EKSISTENSI MANUSIA

Kelemahan determinisme : 
  1. Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia.
  2. Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya. 
  3. Menafikan adanya tanggung jawab. 
ARGUMEN TENTANG KEBEBASAN SEBAGAI EKSISTENSI MANUSIA 
  1. Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat" / berhadapan dengan pilihan berbeda bobot. 
  2. Adanya tanggung jawab. 
  3. Makna perbuatan moral ada pada kebebasan. 
ARTI KEBEBASAN 

Pengertian Umum : Kebebasan Negatif , tidak ada hambatan ( tidak ada paksaan, tidak ada halangan, dan tidak ada aturan ). Akan tetapi, ini bukan kebebasan eksistensial. 

Pengertian Khusus : Kebebasan Eksistensial 
  • Penyempurnaan diri 
  • Kesanggupan memilih dan memutuskan 
  • Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan 
Jenis-jenis kebebasan : 
  1. Kebebasan horizontal = berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan 
  2. Kebebasan vertikal = berkaitan dengan moral 
  3. Kebebasan eksistensial = kebebasan positif dan lambang martabat manusia 
  4. Kebebasan sosial = berkaitan dengan orang lain 
Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial :
  1. Melibatkan pertimbangan 
  2. Mengedepankan nilai kebaikan 
  3. Menghidupkan otonomi
  4. Menyertakan tanggung jawab
4 Alasan adanya pembatasan "kebebasan sosial":
  1. Menyertakan pengertian 
  2. Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial 
  3. Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat 
  4. Terkait dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial
Sumber : Slide Presentasi Filsafat 26 September 2014 dengan perubahan

Untuk lebih memahami materi KEBEBASAN. Kelompok kami, SPIRIT TO SHARE, membuat sebuah dialog imajinatif singkat tentang 2 Narapidana mengenai kebebasan.

Percakapan 2 Narapidana

Diceritakan ada 2 orang narapidana yang telah mendekam di penjara selama lebih dari 20 tahun. Suatu saat, tiba lah saat Narapidana 1 dinyatakan bebas. 

Malam sebelum hari kebebasan, di dalam sel

Narapidana 1 
Bro, akhirnya gua bebas juga.... 

Narapidana 2 
Kok lu senang banget ? 

Narapidana 1 
Iya lah !! Orang macam apa yang ga seneng dapet kebebasan ? 

Narapidana 2 
Lu yakin, Bro ? 

Narapidana 1 
Iya dong ! Apalagi ini berarti gua bisa ngelakuin apa pun yang gua suka... hahaha

Narapidana 2 
Lah... bukannya disini juga bisa, Bro ? Selama ini kita melakukan apa yang kita mau, ga pusing mikirin makanan lagi.. semua udah tersedia ! Kalau di luar sana.........

Narapidana 1 
Ah ! Sudahlah ! Lu cuma ngiri aja sama gua ! 

Narapidana 2 
Ya.... terserah lah.... 

Keesokan harinya, saat-saat yang ditunggu pun tiba, hari kebebasan Narapidana 1. Akan tetapi, kebebasan itu tidak bertahan lama. Beberapa hari kemudian, Narapidana 1 kembali masuk sel yang sama. 

Narapidana 2 
Lah.... ? Kenapa lu disini lagi ? 

Narapidana 1 
Iya, gua sengaja ngebunuh orang... 

Narapidana 2 
Kenapa ? Bukannya lu mau bebas supaya bisa ngelakuin apa pun yang lu mau ? 

Narapidana 1 
Ternyata lu bener, Bro. Bebas bukan berarti bebas ngelakuin apapun yang kita mau. Kebebasan itu ga ada. Semakin kita mencoba bebas, semakin erat "rantai" kehidupan menjerat kita. Mendingan disini... seengganya ga perlu mikirin soal makan. 

Akhirnya, kedua narapidana "tinggal" dalam sel untuk waktu yang sangat lama. 

--Selesai--

SEMOGA BERMANFAAT :)


FILSAFAT MANUSIA : MANUSIA DAN AFEKTIVITAS

MANUSIA DAN AFEKTIVITAS 



Yang membedakan manusia dan tumbuhan adalah afektivitasnya. Afektivitas lah yang membuat manusia berada di dunia dan berpartisipasi dengan orang lain. Afektivitas yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi, dan menjadi kreatif. Cara hadir kita di dalam dunia diperdalam oleh afektivitas yang merupakan suatu kegiatan yang kompleks. 

Bagaimana disposisi aktif dasariah si subjek terhadap objeknya ? 
Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan satu sama lain : mengarah pada objek karena menyukainya atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk. 

Cinta merupakan buah positif dari afektivitas, sedangkan benci merupakan buah negatif dari afektivitas. Sebenarnya cinta lah yang paling dasariah. 

Sikap mana yang diambil afektivitas berhadapan dengan objek ? 
Terhadap objek yang berguna, subjek mencintainya. Ini disebut cinta utilitaris/bermanfaat.

Bagaimana sikap subjek dapat ditentukan secara afektif oleh objeknya ? 
Dibedakan perasaan dan emosi : Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subjek menguasai objek. Keadaan afektif yang berbeda-beda ini disebut 'hasrat-hasrat jiwa'. (Thomas Aquinas)

Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebut 'suasana hati'. Orang bersuasana hati baik bila semua kemampuan bekerja dengan baik. 

APA YANG BUKAN PERBUATAN AFEKTIF ? 

Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta selalu mendahului perbuatan. 

Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa. Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tetapi juga menyangkut hal yang spiritual. 

APA YANG MERUPAKAN PERBUATAN AFEKTIF ?

Hidup afektif / afektivitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subjek ditarik oleh objek atau sebaliknya. 

Perbuatan afektif sedikit mirip dengan 'perbuatan mengenal' karena dianggap vital / manen. Akan tetapi, perbuatan afektif berbeda dengan .perbuatan mengenal' karena perbuatan afektif itu lebih pasifm sedangkan 'perbuatan mengenal' harus membuka pintu hati. 

KONDISI AFEKTIVITAS MANUSIA

Agar ada afektivitas perlu suatu ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya. 

Apakah kesenangan harus dicurigai ? Saya hidup dibawah 'cara afektif' kesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya.

CATATAN TENTANG CINTA AKAN DIRI, SESAMA, DAN TUHAN

Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme, maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh. 

Egoisme menolak setiap perhatian otentik pada orang lain. Orang egois hanya mengambil keuntungan dari apa saja. 

Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh jiwa/hati, tidakkah itu sama dengan mengasingkan diri dari diri sendiri ? 
Tidak. Tuhan tidak melawan kita. Ia transenden dan Imanen. 

St. Agustinus : Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia : dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan. 


Sumber : Slide Presentasi Filsafat 26 September 2014 dengan perubahan

SEMOGA BERMANFAAT :)





Kamis, 25 September 2014

FILSAFAT MANUSIA ( JIWA DAN BADAN)

FILSAFAT MANUSIA 
Jiwa dan Badan 

Badan dan Jiwa 
Satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia. 

Pembahasan : 
1. Dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang : monisme dan dualisme
2. Tanggapan terhadap kedua aliran 
3. Pengertian dan hakikat badan dan jiwa

Monisme 
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. 

3 bentuk aliran dalam monisme : 
1. Materialisme : menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme)
2. Teori identitas : menekankan hal berbeda dari materialisme, tetapi mengakui aktivitas mental manusia. Badan dan jiwa merupakan elemen yang sama. 
3. Idealisme : Ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai, dan makna. 

Dualisme 
Aliran ini melihat bahwa badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek. 

4 cabang aliran dualisme : 
1. Interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. 
2. Okkasionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa. 
3. Paralelisme : sistem kejadian ragawi terdapat di alam sedangkan sistem kejiwaan ada pada jiwa manusia. 
4. Epifenomenalisme : melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi saraf. 

Tanggapan singkat terhadap kedua aliran : 

1. Pandangan monisme bertentangan dengan hakikat manusia sesungguhnya. Plato berkata, badan dan jiwa punya sifat yang beda. Badan sementara, sedangkan jiwa abadi. Kelemahan materialisme : tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal. 

2. Pandangan dualisme, khususnya paralelisme yang mengatakan bahwa badan dan jiwa adalah dua hal yang terpisah, tidak terkait satu sama lain, sulit diterima. 

BADAN MANUSIA 

Badan : elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. 

Menurut pandangan tradisional, badan merupakan kumpulan entitas material yang membentuk makhluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanisitik. Pandangan ini tidak memberikan pandangan utuh tentang manusia. Badan harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri. (Gabriel Marcel)

Hakikat badan bukan pertama-tama terletak pada dimensi materialnya, tapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan : tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll. 

JIWA MANUSIA 

Badan manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa. Dalam pandangan tradisional, jiwa adalah makhluk halus, tidak bisa ditangkap indera. Konsep in menempatkan jiwa di luar hakikat manusia. Ini ditolak. Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya. 

James P. Pratt menunjukkan ada 4 kemampuan dasar jiwa manusia: 
1. Menghasilkan kualitas penginderaan. 
2. Mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus. 
3. Mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan. 
4. Memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan. 

Agustinus berpendapat bahwa manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa. 

Sumber : Slide Presentasi Filsafat tanggal 25 September 2014 dengan penyederhanaan. 




Semoga bermanfaat :)


FILSAFAT MANUSIA (SEBUAH PENGANTAR)

Postingan kali ini mengenai materi PENGANTAR FILSAFAT MANUSIA :) Selamat membaca :)




FILSAFAT MANUSIA
Sebuah Pengantar

Apa itu Filsafat Manusia ? 
Kegiatan mengupas apa arti manusia / menyoroti hakikat atau esensi manusia

Memikirkan tentang : 
1. Asal-usul kehidupan (The origin of human life)
2. Hakikat hidup manusia (The nature of human life)
3. Realitas eksistensi manusia

Filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberikan jawan bagi diri sendiri. 

Istilah terkait filsafat manusia : 

Dulu : 
1. Psikologi Filosofis
2. Psikologi Rasional 

Sekarang :
1. Filsafat manusia
2. Antropologi Filosofis

Mengapa istilah ini lebih tepat ? 
Keutuhan tak hanya mempelajari jiwa, tapi tubuh dan jiwa, roh dan daging. 

Apa perlunya mempelajari filsafat manusia ? 
1. Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang dalam dari yang ada. 
2. Manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. 

Relevankah Filsafat manusia ? 
Ya, manusia itu dinamis, penuh misteri, dan paradoksal
Alasan : 
1. Dengan bertanya, manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya.
2. Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik. 
3. Sebagai konsekuensi dari nomor 2. 

Metode yang digunakan : 
Refleksi, analisa transendental dan sintesa juga ekstensif, intensif, dan kritis. 

Objek Filsafat Manusia : 

Material : manusia 
Formal : Esensi manusia dan strukturnya yang fundamental 

Darimana datangnya pertanyaan mengenai manusia ? 
1. Kekaguman 
2. Ketakjuban 
3. Frustasi 
4. Delusi 
5. Pengalaman Negatif

Sekian dulu postingan tentang pengantar Filsafat manusia. SEMOGA BERMANFAAT !!! :)


Sumber : Slide Presentasi Filsafat 23 September 2014 diunduh pada tanggal 25 September 2014 dengan perubahan.